Alibaba Bantu Peternakan Babi di China Lewat Teknologi AI


alibaba

Kecerdasan buatan telah dikembangkan untuk membantu anak babi menyintas bulan-bulan pertama kehidupannya di samping menentukan induk mana yang perlu disembelih.

Skema ini sedang berjalan di China, produsen sekaligus konsumen babi terbesar di dunia seperti diberitakan BBC.

Teknologi ini menandai kemajuan terbaru jaringan cloud ET Brain milik Alibaba.

Industri babi China terkenal inefisien, namun seorang pakar mengatakan teknologi yang ada dapat membuatnya jadi lebih baik.
Untuk saat ini, ujicoba terbatas sedang berlangsung di propinsi Sichuan.

Alibaba bekerja sama dengan perusahaan penyedia babi setempat Sichuan Tequ dan grup peternak Dekon untuk menggarap solusi bersama ini.

Mereka mengklaim akan terdapat kenaikan yang menambah tiga masa panen dalam setahun dan mengurangi tingkat kematian hingga 3 persen.

Sistem ini didesain untuk mengurus profil dari setiap hewan ternak termasuk detil dari berat, umur, asupan makanan, dan gerak badan, di samping detil lainnya.

Piranti pengenalan citra yang bergantung pada tato di kedua sisi babi ternak digunakan untuk melacak jejak setiap hewan.

Suara jeritannya dianalisa untuk menentukan apakah ternak yang masih muda beresiko kehabisan nafas akibat menahan bobot tubuh induknya.

Teknologi kecerdasan buatan ini juga dipakai mencatat batuk para ternak, yang ditunjang oleh pencatatan temperatur infra merah yang berperan sebagai sistem peringatan dini merebaknya wabah penyakit.

Hal ini semestinya membantu peternak menentukan kapan harus melakukan vaksinasi khusus.

Data Scientist Boot Camp

Siap berkarir menjadi Data Scientist? Dalam program intensif selama 3 bulan, Kami siap membuat pemula menjadi seorang Data Scientist yang siap untuk bekerja. – http://make-ai.id/

Dan saat teknologi yang mendeteksi turunnya tingkat produktivitas induk ke bawah batas normal, maka dia akan disarankan untuk disembelih.

Dengan terus naiknya konsumsi daging di China, Tequ mengatakan teknologi diperlukan oleh para peternak untuk terus melacak hewan ternaknya.

“Jika anda mempunyai 10 juta babi untuk dipelihara, maka anda akan kesulitan mencatat berapa anak babi lahir setiap harinya,” kata Zhang Haifeng, COO Tequ.

Source