Dapatkah Seekor Kecoa Mengajari Robot Cara Berlari Melintasi Medan yang Terjal?


Robot Kecoa

Kecoa, binatang ini dianggap sebagai hewan yang jelek dan kotor sehingga tak jarang dihindari oleh sebagian masyarakat, tetapi bagi Johns Hopkins, seorang peneliti yang mencoba memanfaatkan kecoa sebagai media penelitihan untuk berbagi beberapa tip penggerak penting yang bisa membantu kendaraan robot masa depan melintasi medan berbahaya.

Untuk misi seperti penjelajahan planet asing, evakuasi gempa bumi dan operasi terhadap daerah dengan tingkat bahaya yang tinggi, peneliti Johns Hopkins ingin mengembangkan robot yang berperilaku lebih seperti kecoak yang mampu bergerak aktif dalam kondisi apapun.

Di dalam lab, kecoak berjejalan di sepanjang jalur yang diberi dua jenis rintangan: “benjolan” besar dan celah “besar” meniru lubang dan rintangan yang mungkin dialami kecoak di habitat alami mereka yang kasar. Kecoa-kecoa tersebut membenturkan kepala, torso dan kaki mereka sampai mereka menemukan cara untuk mengatasi hambatan agar tetap berada di jalur.

Kamera berkecepatan tinggi menangkap gerakan tubuh dan kaki yang digunakan oleh kecoak ini kemudian dapat diperlambat untuk membantu para periset mempelajari taktik perjalanan yang tepat yang bisa digunakan robot kecil untuk mengatasi jenis rintangan yang sama. Para periset mencoba memahami prinsip-prinsip bagaimana mereka melewati medan yang rumit, dan kami kemudian kemudian mengalihkan prinsip-prinsip tersebut ke robot canggih.

Beberapa perbaikan terinspirasi kecoak ini telah terwujud. Tim periset telah membangun robot berkaki untuk meniru pola serangga yang sedang berjalan. Setelah meninjau ulang video mereka dengan cermat menemukan prinsip-prinsip fisika yang mendasarinya, para periset menambahkan “ekor” untuk membantu robot meniru posisi tubuh yang membantu kecoak sesungguhnya melewati benjolan dan celah besar di jalur laboratorium.

Data Scientist Boot Camp

Siap berkarir menjadi Data Scientist? Dalam program intensif selama 3 bulan, Kami siap membuat pemula menjadi seorang Data Scientist yang siap untuk bekerja. – http://make-ai.id/

Langkah selanjutnya adalah menentukan apakah temuan mereka juga akan berlaku untuk pergerakan melalui medan yang lebih tersebar secara acak seperti puing-puing dari bangunan yang dirubuhkan.

“Saya tahu saya akan bekerja dengan hewan-hewan ini, dan saya sedikit takut pada awalnya karena mereka berlari begitu cepat, dan mereka sangat menyeramkan,” kenang Li. “Tapi begitu saya mulai bekerja di laboratorium, saya mengetahui bahwa sebenarnya sangat mudah untuk bekerja dengan mereka, dan mereka sebenarnya adalah organisme model yang sangat bagus dan fantastis. Bukan hanya karena mereka begitu kuat dan bergerak begitu cepat, tetapi juga karena mereka sangat mudah untuk menangani dan memotivasi untuk berlari dan sangat mudah dirawat. Jadi, saat ini mereka adalah salah satu spesies utama di laboratorium kami, yang berfungsi sebagai sistem model.”

SOURCE