Dubai dan Kelahiran Kota Blockchain Pertama di Dunia


Blockchain City

Pertengahan tahun lalu, Dubai melalui Ketua Chief Information Officer’s (CIO) Majlisnya mengumumkan diri ingin menjadi pemerintah pertama di dunia yang didukung oleh teknologi blockchain yang dituangkan dalam konsep strategi Blockchain Dubai (Smart Dubai).

Terdapat tiga pilar turunan dalam konsep tersebut, yakni government efficiency, industrial creation, dan international leadership. Dengan blockchain, Dubai tidak akan lagi memakai kertas dalam semua kegiatan transaksi mereka (rata-rata sekitar 100 juta kertas tiap tahunnya), dan dengan industri kreatif yang didukung teknologi blockchain, Dubai akan menghadirkan ribuan peluang bisnis di sektor swasta yang berbasis blockchain. Terakhir, Dubai akan membuka platform blockchain bagi mitra global untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan internasional di Dubai.

Dubai ingin mengeksplorasi dan mengevaluasi inovasi teknologi terbaru blockchain guna menemukan kesempatan untuk memberikan solusi yang lebih mulus, aman, efisien, dan pengalaman kota yang berdampak. Dengan demikian, Dubai bisa menjadi kota paling bahagia di dunia.

Jika melihat riwayat Dubai yang seringkali menjadi pelopor dalam mengadopsi teknologi terbaru, rasanya sudah benar Dubai memaksimalkan blockchain sebagai basis semua transaksi pada tahun 2020 mendatang. Inisiatif pemerintah Dubai ini diperkirakan akan berdampak pada efisiensi, kecepatan, dan keamanan data yang beredar di sana. Imbasnya, akan ada penghematan sekitar 25,1 juta jam dan 5,5 miliar dirham, atau 1,5 miliar dolar AS per tahunnya, menurut Oracle. Di luar itu, blockchain turut menghadirkan peluang bisnis yang luar biasa untuk sektor swasta di UAE, di antaranya di sektor transaksi, real estate, perbankan, e-commerce, pariwisata, kesehatan, fintech, urban planning, smart energy, komunikasi, keamanan, manajemen data, penyimpanan, dan perjanjian.

Smart Dubai juga menggandeng International Business Machines (IBM) Corp sebagai rekan strategis dan penasihat. Selain IBM, Smart Dubai juga bermitra dengan bank terbesar di Dubai Emirates NBD yang ingin mengeksplorasi penggunaan teknologi blockchain pada perdagangan, keuangan, dan logistik. Mengingat Dubai merupakan kota perdagangan terbesar dan menjadi hubungan ekspor-impor yang menghubungkan pasar di Asia dengan Afrika dan Eropa. Perdagangan nonmigas yang terjadi di Dubai mencapai 348 miliar dolar AS pada tahun lalu. Dengan blockchain, tentunya akan terjadi efisiensi pelacakan dokumen, pengiriman, serta pergerakan barang.

Demi mempercepat implemetasi kota cerdas (smart city) yang berbasis blockchain tersebut, Dubai juga menggandeng penyedia platform blockchain, LOyyal, untuk mengembangkan aplikasi mobile DubaiNow. DubaiNow memberikan penduduk Dubai akses ke berbagai layanan pintar di berbagai entitas pemerintahan, seperti kegiatan membayar tagihan, memeriksa status layanan pemerintah, dan mengakses informasi kesehatan. Tidak berhenti di situ, upaya Dubai mempercepat implementasi blockchain secara penuh pun dilakukan lewat Dubai Future Accelerators Program dengan menggandeng berbagai pihak.

Yang terbaru, Dubai menggandeng Object Tech Group Ltd untuk menciptakan mata uang digital yang diberi nama emCash. emCash menggunakan teknologi blockchain terkini bernama emWallet sebagai sistem pembayaran. emWallet mampu menangani berbagai jenis transaksi, mulai dari membayar kopi sampai iuran sekolah anak dengan ponsel pintar yang mendukung teknologi NFC. Uang digital ini diharapkan akan mengurangi biaya dan kerumitan serta meningkatkan kemudahan berusaha dan kualitas hidup secara keseluruhan.

SOURCE