Ini Alasannya Mengapa Sedikit Wanita yang Terjun ke Industri Teknologi


Teknologi Wanita

Berkembangnya teknologi dewasa ini berbanding lurus dengan berkembangnya industri pada bidang tersebut. Industri yang kian membesar, tentu membutuhkan talenta-talenta berbakat untuk memajukannya. Bukan hanya laki-laki, industri teknologi juga membutuhkan peran wanita untuk melihat industri teknologi dari sisi yang lain.

Salah satu bidang industri teknologi yang sedang banyak diminati dan menjadi posisi krusial saat ini adalah data scientist. Data science merupakan salah satu ilmu dalam industri teknologi untuk mengumpulkan, mengolah, merepresentasikan hingga menyajikan data yang berkaitan dengan suatu industri tertentu. Sajian data hasil dari pengamatan tersebut nantinya berguna untuk kemajuan industri itu sendiri.

Ranah data science di Indonesia saat ini sedang berkembang. Namun, jumlah talenta yang ada belum cukup banyak untuk mengisi kekosongan di industri tersebut. Perempuan yang berkecimpung di data science dan menangani hal teknis pun belum terlalu banyak.

29402638-1593472780770598-7915744861058236416-n-57a8b403e4de76dfca3fe09ba8b98579

Ditemui di Block71 Jakarta Selatan dalam acara Kopi Chat: Women in Data Science baru-baru ini, Vira Shanty, Chief Data Officer Lippo Digital Group, berpendapat bahwa perempuan sangat bisa memegang posisi penting di bidang teknologi dan menciptakan inovasi.

“Dalam tim big data di Lippo Group, perempuan memainkan peranan yang siginifikan. Mereka mengisi posisi penting yang berhubungan dengan big data dan memiliki pengaruh besar dalam proses perjalanan pengembangan analisis big data kami,” ujarnya.

cats-39ac247fd40d3805f5fa20a30cbf3e25

Padahal keberadaan wanita di industri teknologi sebenarnya sangat dibutuhkan. Namun, pada kenyataannya banyak yang masih beranggapan bahwa industri tersebut dikhususkan hanya untuk kaum laki-laki.

“Seperti banyak profesi yang bersifat teknis lainnya, perempuan juga masih menjadi minoritas di ranah data science. Namun, data science adalah ranah yang sangat kaya, dan saya yakin baik perempuan maupun laki-laki bisa berkontribusi dan mendapatkan keuntungan setara dari sana,” ujar Martijn Wieriks, Head of Data Analytics Julo saat ditemui di acara yang sama.

photo-1519241047957-be31d7379a5d-7ef5d73801f71879d37ecdb6cf58d376

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan Tiara Dwiputri, Junior Data Science Instructor Algoritma saat ditemui di Block71. Menurutnya, banyak wanita yang merasa kurang nyaman memilih industri ini karena belum mengetahui lebih dalam tentang profesi tersebut.

“Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang engineering, saya melihat perempuan lebih sedikit dari pada laki-laki di bidang ini. Mungkin bagi sebagian perempuan, mereka kurang nyaman memilih industri tersebut karena ada persepsi tertentu. Ini bisa menjadi sebuah permasalahan yang mengurangi diversity dalam industri ini.” ujarnya.

Masih sedikitnya wanita yang terjun ke dunia industri teknologi data science itu berarti kesempatanmu untuk berprofesi di bidang ini masih sangat terbuka lebar. Bagaimana Bela, berminat?

SOURCE