Instanid, solusi bagi pencari literatur dan referensi


Instanid
Pada 17 November lalu, tim Beyonder Asia berkesempatan untuk datang ke Tech In Asia Jakarta 2016. Selain dikarenakan Grid Indonesia yang membuka booth di sana, kami juga sempat mewawancara beberapa startup yang hadir di event ini. Salah satunya yang menarik bagi kami adalah Instan ID, startup yang bergerak pada jasa penelusur literatur khususnya jurnal ilmiah yang dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya dengan cepat.

Kami bertemu langsung dengan CEO dari Instan ID yaitu M. Rezky Rahmansyah pada acara #tiajkt2016 lalu. Instan ID berharap bisa menjadi solusi bagi para mahasiswa maupun profesional dalam membantu mereka mengenai pencarian literatur untuk skripsi, disertasi, ataupun penelitian dengan waktu yang cepat.

Rezky mengatakan, ide startup ini sendiri muncul dari masalah yang terjadi pada mahasiswan. Hampir 53% dari pengerjaan skripsi dan disertasi seringkali terhambat karena pencarian literatur. Kehadiran Instan ID diharapkan dapat menjadi solusinya karena bisa menyediakan kebutuhan akan literatur kurang dari 24 jam.

Layanan Instanid sendiri dapat dengan mudah Anda akses dengan membuka Instanid. Agar bahan rujukan sesuai dengan yang diinginkan, biasanya akan diadakan wawancara yang mendetail seputar topik yang sedang diteliti ataupun kata kunci yang berhubungan. Instanid juga menyediakan beberapa paket yang bisa Anda pilih dengan harga yang cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu. Saat ini, Instanid bekerjasama dengan beberapa perpustakaan baik pada universitas, umum ataupun perpustakaan khusus milik instansi tertentu.