IoT dan AI Bikin Hidup Makin Serba Canggih


IoT dan AI Bikin Hidup Makin Serba Canggih

Saat ini perkembangan teknologi mengubah semua sisi kehidupan manusia. Tidak hanya dalam berinteraksi, namun juga bertindak dan berpikir.

Hasil riset yang dilakukan perusahaan Accenture menyebutkan diantara jenis teknologi yang berkembang saat ini adalah Internet of Thinking (IoT) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Keduanya bahkan bisa saling berkolaborasi dan membuat produk yang dihasilkan pun mempunyai sejumlah fungsi.

“Seperti yang kita tahu IoT itu menempatkan sensor-sensor pada suatu alat atau kamera untuk menganalisa sesuai perintah. Tapi dengan perkembangan teknologi yang lebih, misalkan memaksimalkan AI pada IoT, sensor-sensor itu bisa melakukan aktivitas dengan lebih lagi,” jelas Indra Permana, Technology Delivery Lead Associate Director Accenture Indonesia saat media brifieng Accenture di Wisma BNI 46, Jakarta, Selasa (6/3) kemarin..

Indra mencontohkan, CCTV di pagar rumah memanfaatkan teknologi  face recognize  pemilik rumah. CCTV itu tak hanya merekam pergerakan siapa saja yang datang tetapi nanti akan bisa membuka pagar sendiri jika yang datang adalah pemilik rumah. Jadi hal ini, IoT sangat memungkinkan dapat bekerja secara lebih di era digital ini.

Terkait perkembangan perangkat teknologi, diperlukan pula  computing power  yang lebih besar pula. Ini artinya harus lebih banyak lagi vendor-vendor sensor lagi seperti perusahaan sensor terkemuka, Intel.

“Memang ke depannya dibutuhkan  computing power  yang lebih besar. Seperti handphone kita sekarang kan sensornya semakin besar dibandingkan jaman dulu. Ya ini kenyataan yang harus dihadapi dunia bisnis terutama di sisi teknloginya,” jelas Indra.

Dalam laporan penelitiannya, Accenture melihat lima tren teknologi yang harus dihadapi para pelaku industri dan bisnis di era ekonomi digital, yaitu Citizen AI, Extended Reality, Data Veracity, Frictionless Business, Internet of Thinking.

Kelima poin tersebut juga menjadi suatu tantangan bagi perusahaan, terutama startup untuk mengembangkan bisninya sendiri atau bekerja sama dengan mitra perusahaan.

Selain itu juga menunjukkan kini transformasi teknologi terbilang unik karena untuk pertama kalinya perubahan tersebut terjadi secara dua arah antara pelaku industri dan konsumennya. Hasil yang didapatkan ini berdasarkan Accenture melakukan survei di 25 negara dan 18 industri terhadap 6.300 orang responden.

Data Scientist Boot Camp

Siap berkarir menjadi Data Scientist? Dalam program intensif selama 3 bulan, Kami siap membuat pemula menjadi seorang Data Scientist yang siap untuk bekerja. – http://make-ai.id/

Source