Jepang Kampanyekan Penggunaan AI Untuk Efisiensi Biaya


Jepang Kampanyekan Penggunaan AI Untuk Efisiensi Biaya
Baru-baru ini Badan Meteorologi Jepang menyerukan kepada perusahaan untuk memanfaatkan informasi cuaca demi efektifitas dalam berbisnis. Akurasi pada perkiraan cuaca telah ditingkatkan dari tahun ke tahun oleh Badan Meteorologi Jepang dan dengan pemanfaatan ini terjadi peningkatan penghematan biaya dan produktivitas perusahaan. Dengan pemanfaatan informasi cuaca tersebut diperkirakan akan terjadi pertumbuhan perekonomian yang meningkat hingga 200 milyar yen di tahun 2020 mendatang.

Sekitar 50 perusahaan telah bergabung pada “Konsorsium Untuk Promosi Bisnis Cuaca”yang diluncurkan pada bulan Maret oleh Badan Meteorologi Jepang. Perusahaan tersebut antara lain adalah Lawson, Mitsui Sumitomo Insurance dan perusahaan besar lainnya seperti Asahi Soft Drinks, perusahaan konstruksi dan transportasi juga telah bergabung.

Contoh nyata pemanfaatan informasi cuaca dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) adalah misalnya pada industri mini market. Jika Anda dapat menganalisis cuaca dan suhu lebih spesifik di tiap wilayah maka Anda dapat meminimalisir kerugian dari pembuangan barang dagangan musiman seperti oden dan es krim. Sedangkan dalam asuransi misalnya dengan adanya “asuransi cuaca” yang dapat melakukan perhitungan akumulasi premi asuransi yang sesuai dengan informasi cuaca yang akurat.

Keberhasilan atau kegagalan peluncuran produk baru seperti minuman dan pakaian juga sangat dipengaruhi oleh “musim panas yang dingin” ataupun “musim dingin yang hangat”. Jika Anda dapat memprediksi cuara buruk yang akan terjadi, maka Anda dapat menghemat biaya dan mengatur karyawan maupun alat trasportasi dengan leluasa dalam hal pembangunan sumber daya manusia dan transportasi.

Dalam konsorsium tersebut, percobaan dilakukan oleh para ahli dari Universitas Tokyo yang mencocokkan big data dari Badan Meteorologi dan dari perusahaan yang telah tergabung. Penggunaan secara efektif pada data meteorologi dapat membawa peningkatan produktivitas industri secara keseluruhan. Satelit cuaca Badan Meteorologi Jepang “Himawari Nomor 8” sudah mulai beroperasi pada bulan Juli 2015 dan dapat mencari informasi tentang curah hujan, sinar matahari dan lainnya dengan lebih akurat di setiap wilayah. Pada tahun lalu juga telah diluncurkan satelit tambahan yang diberi nama “Himawari Nomor 9”.

Tapi pada kenyataannya, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Jepang data meteorologi tersebut kurang dimanfaatkan. Dengan menganalisis data cuaca yang ada tersebut perusahaan dapat mengambil keuntungan dari bisnis hingga sebesar 1,3%.

Source