Mampukah AI Memprediksi Gempa Bumi?


Mampukah AI Memprediksi Gempa Bumi?
Gempa bumi yang terjadi dapat memicu terjadinya kebakaran dan tsunami, dan kadang-kadang dapat membunuh ratusan ribu jiwa. Jika para ilmuwan dapat memprediksi gempa seminggu atau sebulan sebelumnya, proses evakuasi dan persiapan lainnya dapat menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya.

Sejauh ini belum ditemukan cara yang dapat diandalkan untuk meramalkan gempa bumi, meskipun banyak ilmuwan telah mencoba. Beberapa ahli menganggap itu tidak ada harapan. “Kau dianggap sebagai orang gila jika anda mengatakan akan membuat kemajuan untuk memprediksi gempa bumi,” kata Paul Johnson, seorang ahli geofisika di Los Alamos National Laboratory. Tapi dia tetap berusaha, menggunakan alat yang menurutnya ampuh untuk memecahkan teka-teki dengan kecerdasan buatan.

Para peneliti di seluruh dunia telah menghabiskan puluhan tahun mempelajari berbagai fenomena yang mereka pikir mungkin dapat meramalkan gempa bumi. Foreshocks, electromagnetic disturbances (gangguan elektromagnetik), perubahan kimia air tanah, bahkan perilaku hewan yang tidak biasa. Tapi tak satu pun dari cara ini yang bekerja dengan konsisten. Bahkan matematikawan dan fisikawan telah mencoba menerapkan machine learning untuk prediksi gempa pada 1980-an dan 90-an, tapi tidak berhasil.

Tapi, kemajuan dalam bidang teknologi seperti penyempurnaan algoritma pada machine learning dan super komputer untuk menyimpan dan mengelola data dengan jumlah yang lebih besar kemudian memungkinkan algoritma menyaring data untuk mencari pola-pola yang cocok pada gempa bumi buatan. Hal ini berbeda dari para ilmuwan sebelumnya yang telah berusaha memprediksi gempa menggunakan data seismic yang disebut “katalog gempa,” untuk mencari petunjuk prediksi. Data set ini hanya berisi data gempa secara global seperti lokasi dan waktu terjadinya gempa.

Johnson dan Chris Marone, seorang ahli geofisika dari Pennsylvania State University, telah menjalankan percobaan laboratorium dengan menggunakan simulator gempa sekolah. Simulator menghasilkan gempa secara acak dan menghasilkan data untuk open source machine learning algoritma dan telah mencapai beberapa hasil yang mengejutkan.

Sebagai contoh, jika sebuah gempa buatan akan terjadi dalam 20 detik, para peneliti bisa menganalisis sinyal untuk secara akurat memprediksi gempa tersebut dalam satu detik. Tentu saja temblors alami jauh lebih kompleks daripada yang lab hasilkan, sehingga apa yang bekerja di laboratorium mungkin tidak sesuai di dunia nyata.

Memprediksi terjadinya gempa dapat diprediksi dengan terus mengeksplorasi dengan pendekatan ini. Johnson sudah mulai menerapkan teknik ini di dunia nyata, algoritma machine learning akan menganalisis pengukuran gempa yang dikumpulkan oleh para ilmuwan di Perancis, di Lawrence Berkeley National Laboratory dan dari sumber lain. Jika metode ini berhasil, mungkin para ahli bisa memprediksi gempa bumi sebulan atau bahkan dari tahun-tahun sebelum terjadi gempa.

Source

Image Source: ibtimes.co.uk