Pemerintah Indonesia Menggunakan Kecerdasan Buatan untuk Melawan Hoax Internet


hoax-2097358_640

Pada hari Rabu, Menteri komunikasi dan informasi, Rudiantara mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk memerangi website yang mengandung berita palsu.

Pemerintah berharap software tersebut dapat membatasi penyebaran hoax saat pemilihan kepala daerah yang akan diadakan di 171 provinsi, kabupaten, dan kota pada 27 Juni mendatang.

Rudiantara mengatakan bahwa alat tersebut akan mendeteksi sebuah situs dengan konten yang ditargetkan, lalu memberitahukan Asosiasi Penyedia Internet Indonesia (APJI) untuk melakukan penutupan.

Tool kecerdasan buatan akan bekerja berdasarkan keyword untuk pencarian website.

Pemerintah mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh berita yang tidak terverifikasi dan informasi yang menyesatkan yang dapat menghambat pelaksanaan pemilihan daerah.

Pemilu yang dilakukan di 101 wilayah, termasuk Jakarta, pada bulan Februari tahun lalu dirusak oleh penyebaran berita palsu di internet, yang mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk pemilihan tahun ini, termasuk dengan meningkatkan upaya untuk memerangi tipuan.

Rudiantara mengatakan alat ini hanya akan melacak situs web, bukan media sosial dan platform aplikasi pesan. Berkenaan dengan hoax pada aplikasi media sosial dan pesan, pemerintah akan meminta platform untuk memblokir konten semacam itu.

Awal tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meluncurkan perangkat lunak perayap web yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan untuk menutup situs porno.

SOURCE