Voice Market, Tren Belanja di Amerika Serikat


xl-2016-amazon-echo-1

Menurut hasil survei OC & C Strategy Consultants yang dirilis minggu lalu, voice market atau pasar yang menggunakan media suara untuk berbelanja di Amerika Serikat akan mengalami kenaikan nilai dari US $ 2 miliar menjadi $ 40 miliar pada tahun 2022.

Tren ini didorong oleh lonjakan jumlah rumah yang menggunakan speaker pintar, dari 13 persen menjadi 55 persen pada tahun 2022.

Kemungkinan Amazon akan terus mendominasi di sekmen ini, hasil survei menunjukan Amazon Echo saat ini memiliki pasar 10 persen rumah di AS sementara Google Home memiliki pangsa pasar 4 persen, sedangkan Seakers yang berkolaborasi dengan Microsoft Cortana memiliki pasar sebesar 2 persen.

Apple sejauh ini belum menjadi pesaing, karena HomePod baru saja masuk pasar, dan asisten digital Siri tidak sesuai dengan kemampuan AI Google, menurut OC & C Strategy Consultants.

Di antara temuan survei OC & C lainnya:

  • 39 persen konsumen mempercayai pilihan produk smart speaker yang dipersonalisasi.
  • 44 persen percaya bahwa smart speaker menawarkan pilihan produk terbaik.
  • Pemilik smart speaker cenderung kalangan keluarga muda
  • Pembelian dengan smart speaker cenderung bersifat mandiri, dengan nilai lebih rendah.

Item yang paling banyak dibeli melalui suara adalah komoditas:

Bahan makanan : 20 persen

Hiburan : 19 persen

Elektronik : 17 persen

Pakaian : 8 persen

85 persen konsumen memilih produk yang disarankan Amazon, OC & C menemukan 45 persen pesanan bahan makanan ditempatkan melalui voice replace existing store atau pembelian online, dan sebagian besar dibeli melalui Amazon Fresh.

Menurut OC & C, mempertahankan status Amazon Choice akan sangat penting bagi bisnis barang konsumsi, produk yang terdaftar sebagai Amazon Choice akan mengalami lonjakan tiga kali lipat penjualan, sementara kehilangan status tersebut akan menghasilkan penurunan penjualan sebesar 30 persen.

Pengecer harus memastikan produk mereka mudah ditemukan, karena 69 persen konsumen tahu persis produk yang ingin mereka beli.

Bisnis harus mengembangkan “keterampilan” atau aplikasi terhubung yang terintegrasi ke dalam penawaran suara saat ini. Saat ini, hanya ada 39 aplikasi seperti itu dalam kategori voice shopping.

Voice shopping paling baik untuk pemesanan ulang produk yang memerlukan penambahan rutin, kata Ben Fisher, CEO Magic + Co.

“Jauh lebih mudah untuk mengatakan ‘Hei, Alexa, kirimi saya beberapa deterjen baru,’ dan itu akan tahu apa yang Anda sebelumnya pesan,” katanya kepada E-Commerce Times.

Starbucks memiliki kemampuan yang sama, menggunakan Alexa, yang memungkinkan pelanggan memesan pesanan mereka yang biasa, Fisher mencatat. Pesan suara “benar-benar menghubungkan orang dengan merek, mengalihkan perhatian mereka agar tidak pergi ke toko dan menjajaki kemungkinan baru. Hal ini penting bagi perusahaan yang ingin membangun loyalitas merek.”

Magic + Co. membantu merek-merek ternama, termasuk Chobani, Jim Beam, dan Tide, menerapkan teknologi suara untuk melibatkan pelanggan lama dan menargetkan pelanggan baru. Kliennya telah menyematkan suara di produk mereka, dan menggunakan platform seperti Alexa dan Google Home untuk terhubung dengan pelanggan di rumah mereka sendiri, kata Fisher.

Data Scientist Boot Camp

Siap berkarir menjadi Data Scientist? Dalam program intensif selama 3 bulan, Kami siap membuat pemula menjadi seorang Data Scientist yang siap untuk bekerja. – http://make-ai.id/

SOURCE – yang telah di terjemahkan